Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Karyawan u30 wajib baca


Kamu yang masih ber-status karyawan, terutama yang usianya dibawah 30 tahun.
🐦 Jangan terlena dengan rutinitas, dan bentar-bentar maunya pulang on-time. Pulang on-time itu bukannya gak boleh, tapi setidaknya gunakan juga sedikit waktumu dalam sehari untuk menimba ilmu yang baru, entah itu dari rekan kerja, dari senior, seminar/ws/buku/internet.
🐦 Waktu belajar kamu itu justru sebetulnya setelah jam kerja atau di luar jam kerja. Jika perusahaan mengirim kamu untuk seminar/workshop di luar jam kerja --> harusnya kamu senang, karena ilmu bertambah, dibayarin pula, bukannya malah merasa "wah waktu libur gue ilang"
🐦 Perhatikan sistem yang ada di perusahaan, flow-nya, apa yang bisa kamu pelajari, milikilah cita cita minimal ingin bisa buka juga usaha seperti tempat kamu kerja.
🐦 Setelah kamu bisa melihat gambaran besar dari flow yang ada, Coba amati kendala apa saja yang terjadi di lapangan, dan apa saja yang bisa terjadi.
👉 Lalu coba latih pikiran kamu,
"jika saya adalah pemimpin perusahaan ini, apa yang akan saya lakukan?"
🐦 Kontribusikan ide/masukan kamu di setiap kesempatan yang kamu bisa dapatkan ke atasan. Apalagi jika karyawan makin banyak di perusahaan tersebut. Bagaimanakah agar kamu bisa terlihat menonjol dibanding yang lain?
🐦 Cari Muka itu beda dengan Mendapat Muka. Pimpinan yang sering terjun langsung ke team-nya, dan dekat dengan bawahannya pun sebenernya tau kok siapa yang cari muka dan siapa yg betul betul kerja.
🐦 Sering tanya ke diri sendiri, ilmu baru apakah yang saya dapatkan di minggu ini dari perusahaan ini?. Gak ngerti excel, tanya ke temen kerja yg ngerti minta belajar. Gak ngerti desain, tanya. Gak ngerti cara closing bisa tanya ke temen CS.
🐦 Perkaya diri dengan ilmu selagi muda.
🐦 Tahan banting sama kritik oleh atasan --> submit kerjaan tapi dikritik atasan untuk revisi ini itu jangan langsung baper.
Nggak semua atasan itu gaya kritiknya bisa sehalus molto. Ilmu kalian dan skill kalian itu percaya gak percaya akan berkembang dengan adanya kritik.
🐦 Ketika kamu kerja gak pernah ada yg kritik, justru ini yang harus hati hati, ini artinya kamu udah paling pinter sendiri, contoh, kamu misalnya jago bikin desain, semua orang pada muji, hingga suatu ketika ada temen kamu yg tau tau bilang, kayaknya lebih cepet kalau kamu step-nya gini deh.. disini kan kamu jadi belajar hal yang baru.
🍦🍦🍦🍦🍦
KESALAHAN yang sering dilakukan para pekerja saat ini yang baru lulus kuliah --> kurang belajar, kurang menyukai tantangan baru, menganggap tantangan itu adalah masalah yang bikin lembur.
Pemikirannya lebih "kerjaan kelar gak kelar" yang penting pulang on-time, dan pas internal meeting malah diem aja nunggu instruksi, gak ada kontribusi atau apapun.
Giliran kelar meeting baru berkicau ke temennya, kalau dia sebetulnya ada ide ini itu, tapi takut dianggap cari muka kalau diomongin pas meeting.
KESALAHAN KRUSIAL LAIN
Membatasi diri dengan atasannya, misalnya nih, kalau makan siang, maunya lunch sama yang kamu anggap selevel,
begitu juga ketika bergaul di kantor, nge-geng sendiri sendiri.
kalau diajak ngumpul sama seniornya, merasa malu, "apalah aku ini hanya serpihan oreo"
🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥
PADAHAL ya, pernah dengar cerita seekor Elang 🦅 yang waktu dia masih jadi telor, 🐣🐣 nyasar ke kandang ayam?
karena dia selalu berkumpul dengan ayam 🐥 , dia gak tau kalau dia itu Elang 🦅.
Ini aja udah mental block, kamu gak akan bisa maju kalau kelamaan gaulnya sama "ayam", kamu harus bisa merasa potensi diri kamu itu diciptakan "lebih besar" dari yang kamu kira.
🍦🍦🍦🍦
Hampir tiap pelamar, nulis di CV, NGAKUNYAAAA:
🐆 proaktif --> tapi giliran ada sesuatu yg gak beres, misalnya dia melihat ada flow yg bisa dipersingkat, tapi diem aja gak ambil tindakan atau lapor ke atasan.
🐆 bisa bekerja dalam tim --> dibecandain eh malah baper, terus ngambek gak jelas
🐆 Memiliki semangat belajar tinggi --> tapi saklek sama jam kerja, jam pulang ya kudu pulang.. lah terus belajarnya kapan?, nanya ke rekan kerja pas jam kerja ya atuh gimana mau dijawab serius, wong dia lagi kerja. Diminta memanfaatkan tanggal merah untuk ikut workshop, ngeluhnya segambreng.
HADEHHH...
Jadi, singkat cerita
dalam hidup itu,
Please..
 Try to learn something new everyday 
Kita ini hidup kan bukan cuma buat ngegedein badan aja, tapi harus perkaya ilmu kita juga 👍👍
dan...
mau sampai kapan jadi ayam?

Cara Mudah Mencapai Target Penjualan

Banyak pemula yang saya temui, berjualan dengan cara yang asal dan yang penting laku. Mereka terjebak zona nyaman yang biasanya masih memiliki jajan tambahan dari orangtua, atau belum memiliki tanggungan hidup. Hal tersebut membuat diri terlalu nyaman dan terlalu sampai dalam melakukan aktifitas penjualan.

Untuk melejitkan penjualan, ada beberapa cara yang perlu digali diantaranya adalah:

1. Faktor “why”
Temukan alasan kuat kenapa anda harus mencapai target tertentu. Gali lebih dalam faktor ini yang bisa menggetarkan hati anda. Kalo saya pribadi faktor “why” terkuatnya adalah orangtua, karena saat saya memulai bisnis, keluarga saya sedang dilanda musibah dan mau tidak mau saya harus membangkitkan keadaan finansial orangtua. Tanpa adanya hal tersebut, bisnis yang anda jalankan selalu akan begitu-begitu saja.

Maka angka 10 juta perbulan tadi dibagi 30 hari, yang artinya dalam sehari anda harus mencapai profit minimal 350ribu. Jika profit anda per produk sebesar 50ribu. Maka dalam sehari anda harus bisa menjual minimal 7 pcs. Terlihat lebih mudah bukan? Anda cukup berusaha menjual rata-rata 7 pcs / hari untuk mendapatkan profit 10 juta perbulan.

2. Breakdown Target
Buatlah target berupa angka nominal yang ingin anda capai, kemudian dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah membuat strategi untuk mencapainya. Contoh mudahnya adalah misalkan anda memiliki target untuk mendapatkan profit 10juta / bulan.

3. Pikirkan Caranya
Setelah membuat breakdown target, kita memiliki goals untuk menjual 7pcs produk perhari. Sekarang anda hanya perlu memikirkan strateginya. Manfaatkan semua chanel yang ada seperti instagram, facebook, tokopedia, bukalapak, shopee, dan lain sebagainya. Buat aktivitas per day, misalkan sehari harus upload 9 foto / akun instagram. Anda terapkan cara itu di 5 akun instagram anda, yang artinya dalam sehari anda upload 45 foto pada kun berbeda. Dan juga strategi lain di chanel yang lain.

Dengan 3 langkah tersebut, anda akan terbiasa disiplin untuk mengejar target yang telah dibuat. Jangan santai dulu sebelum target harian anda tercapai. Fokus dan dapatkan tergat tersebut, dengan habit seperti ini, maka anda akan terbiasa untuk mencapai target-target yang lebih besar.

Keep fight!


KENAPA ORANG KAYA 10 KALI LEBIH INOVATIF


KENAPA ORANG KAYA 10 KALI LEBIH INOVATIF DIBANDING yang PENGHASILANNYA PAS-PASAN?

Sebuah hasil riset yang dilakukan team gabungan peneliti ekonomi dari Stanford dan Harvard, menunjukkan fakta yang rada kelam : ternyata orang-orang kaya itu 10 kali lebih inovatif dan kreatif dibanding mereka yang penghasilannya pas-pasan.

Kenapa bisa begitu? Kenapa daya inovasi orang-orang tajir 1000 persen lebih baik dibanding Anda yang merasa penghasilannya pas-pasan?

Mari kita ulik jawabannya dalam sajian pagi yang renyah ini.

Penelitian itu dilakukan oleh team dalam Equality Project, dan dipimpin oleh Prof Raj Chetty, profesor muda belia Stanford, yang diprediksi kelak akan memenangkan nobel ekonomi.

Dalam riset itu, mereka menemukan fakta bahwa jumlah paten temuan baru inovatif yang diciptakan rich people (top 20% rich) ternyata 10 kali lebih banyak dibanding mereka yang penghasilannya termehek-mehek (bottom 20% income).

Dengan kata lain, daya inovasi orang-orang tajir itu JAUH LEBIH DAHSYAT dibanding orang-orang kismin.

Fakta itu muram, sebab daya inovasi dan kreativitas adalah kunci untuk mengembangkan masa depan yang gemilang. Tanpa daya inovasi dan kreativitas yang cetar membahana, masa depan Anda bisa terus stagnan dalam duka dan keperihan.

Pertanyaanya, kenapa daya inovasi rich people itu 10 kali lebih hebat dibanding poor people? Ada 3 penjelasan yang layak direnungkan.

Innovation Gap # 1 : Great Education Will Create Great People

Alasan yang pertama sangat simpel : orang-orang kaya (termasuk anak-anaknya) punya akses dan kemampuan finansial untuk menikmati pendidikan yang berkualitas, lengkap dengan segala fasilitas pendukungnya (perpustakaan dengan buku yang melimpah, ruang praktek dan lab yang lengkap, kurikulum yang bagus, pengajar yang sejahtera, dll).

Dengan dukungan kualitas edukasi yang ekselen, maka probabilitas anak-anak orang kaya untuk kelak menjadi inovator akan jauh lebih tinggi dibanding mereka yang menikmati pendidikan alakadarnya.

Sebaliknya, sejumlah orang dengan penghasilan pas-pasan (termasuk anak-anaknya) mungkin hanya bisa menikmati kualitas pendidikan apa adanya.

Yang muram, bahkan banyak orang tua miskin yang lebih mementingkan belanja buat rokok, dibanding menggunakan dana tersebut untuk membeli buku bagus buat anak-anaknya. Bagi mereka, kenikmatan asap rokok leih maknyuss dibanding masa depan dan kreativitas anak-anaknya. Sedap.

(Dan pemilik perusahaan rokoknya jadi orang terkaya di tanah air. Wajar, sebab ya itu tadi, kreativitas orang kaya 10X lebih bagus dibanding orang miskin).

Maka siklusnya bagi orang tajir adalah begini :

orang kaya > bisa akses pendidikan bagus buat anak-anaknya > anaknya akan makin pintar dan kreatif > karena kreatif maka kelak akan makin kaya.

Sebaliknya lingkaran setan bagi golong pas-pasan adalah seperti ini :

orang kismin > tidak bisa akses pendidikan dengan kualitas terbaik > anak-anaknya tidak berkembang dengan optimal > maka kreativitas akan stagnan > dan karena kreativitas stagnan, maka nasibnya akan tetap kelam.

Siklus yang kedua diatas adalah realitas yang muram nan pahit, namun itulah kenyataan yang acap kita jumpai.

Innovation Gap # 2 : Cognitive Depletion

Faktor kedua yang bisa menjelaskan kenapa kemampuan daya inovasi orang dengan penghasilan pas-pasan 10 kali lebih buruk daripada orang kaya adalah ini : orang yang penghasilanya kecil dalam jangka panjang, sel otaknya akan mengalami kemunduran (alias degradasi sel otak).

Benar, daya kognisi (atau kemampuan berpikir) orang yang penghasilannya pas-pasan memang pelan-pelan makin tulalit, sejalan dengan kondisi keuangannya yang termehek-mehek.

Studi yang dilakukan team ekonomi Princeton menemukan fakta kelam itu : yakni saat seseorang berada dalam kondisi keterbatasan (termasuk keterbatasan finansial), maka kemampuan berpikir orang ini akan menurun drastis.

Fenomena diatas disebut juga sebagai “cognitive depletion”. Bahasa awamnya, orang dengan income pas-pasan ini akan makin goblok.

Realitas semacam diatas mungkin pernah atau bahkan sering kita alami. Saat seseorang merasa penghasilannya kurang, sementara biaya hidup makin tinggi, atau apalagi jika dia memiliki banyak hutang, maka pikirannya pasti akan stress. Saat pikiran orang itu stress, maka biasanya pikirannya akan galau dan stuck.

Dan persis dalam kondisi semacam itulah, dalam kondisi kelelahan mental akibat keterbatasan finansial, maka daya kreativitas dia akan nyungsep, dan pelan-pelan mati.

Sebaliknya, orang dengan kekayaan yang melimpah mungkin tak pernah terjebak dalam kondisi semacam itu. Dia tak terlalu pusing memikirkan biaya pendidikan anak-anaknya kelak. Dia juga tak pusing mikir bagaimana cara bayar cicilan rumah atau aneka hutang lainnya (sebab dia bisa beli dengan cash kontan).

Pendeknya, dia tak pernah merasa kekurangan uang dan investasi finansialnya lebih dari cukup.

Karena kapasitas otaknya TIDAK dibebani stress kekurangan uang atau harus bayar hutang ini itu, maka orang kaya ini jadi masih punya ruang berpikir yang longgar. Ibaratnya : otak dia masih fresh, dan tidak mengalami cognitive depletion seperti orang kismin.

Dalam kondisi semacam itu, maka daya inovasi dan daya kreativitas orang tajir ini bisa tumbuh berkembang dengan pesat.

Daya kreativitas mereka melesat 10 kali lebih unggul dibanding daya kreativitas orang kismin yang otaknya sudah lelah memikirkan aneka cicilan, termasuk cicilan Vario yang belum lunas-lunas 🙁 🙁

Innovation Gap # 3 : Circle of Rich People and Opportunities

Lingkaran pergaulan mungkin juga ikut menentukan pertumbuhan daya inovasi Anda.

Saat bergaul dengan orang-orang dengan kondisi finansialnya yang melimpah, biasanya yang menjadi subyek pembicaraan adalah : peluang, peluang dan peluang.

Peluang apa lagi yang bisa kita kejar dan kerjakan, agar kita bisa terus tumbuh. Mereka bisa bicara tentang peluang dan peluang (opportunities) sebab mereka punya sumber daya finansial yang amat memadai. Mereka tak perlu lagi pusing mikir modalnya darimana.

Dan saat bicara tentang mengejar peluang, maka daya eksplorasi dan daya kreativitas biasanya akan jadi mekar. Sebab memang proses “mengejar peluang” adalah taman indah untuk menumbuhkan daya eksplorasi dan daya inovasi.

Sebaliknya, saat bergaul dengan orang yang penghasilannya pas-pasan, maka biasanya tema pembicaraan yang muncul adalah ini : kondisi serba kekurangan, merasa gaji kurang, penghasilannya kurang memadai, mengeluh biaya hidup makin mahal, mengeluh harga rumah makin selangit, dst, dst…..

Dan saat pembicaran dan pergaulan lebih banyak fokus pada kekurangan dan keluhan, maka daya eksplorasi dan kreativitas biasanya justru akan macet. Sebab sel otak kita terus digempur dengan keluhan, rasa kekurangan, fokus pade problem, dan pesimisme.

Maka kelelahan mental jadi makin sempurna : sudah terus dihimpit stress karena keterbatasan finansial, lalu dihajar dengan aneka keluhan dan pikiran yang fokus pada problem; bukan pada solusi. Alhasil, daya kreativitas jadi benar-benar terkapar tak berdaya.

DEMIKIANLAH, tiga narasi penjelasan yang bisa menunjukkan kenapa daya inovasi orang kaya 10X lebih bagus dibanding orang dengan penghasilan pas-pasan.

Saya tidak tahu dimana level kreativitas dan inovasi Anda saat ini. Kalau selama ini Anda merasa daya kreativitas Anda agak mampet, mungkin penjelasan diatas adalah penyebabnya. Mungkin.

Selamat bekerja, teman. Selamat mengejar peluang demi masa depan yang lebih cetar membahana.

.

UpGrade Kapasitas Otak Anda


Kalau punya utang 100 juta dan tidak tahu cara lunasinnnya,
Kalau sekarang income 5-10 juta dan mau income 100 juta, tapi ga tau caranya.
Maka yang kita perlu lakukan dan investasikan pertama kali adalah otak kita.

Karena otak kitalah yang kita gunakan untuk bekerja, menjalankan bisnis dan melihat peluang. Kita tidak bisa capai angka tersebut dengan kapasitas otak kita sekarang. Kita perlu upgrade karena cara cari income 5-10 juta per bulan beda dengan 50-100 juta per bulan, beda juga dengan 500 - 1M per bulan.

Untungnya otak ini anggota tubuh manusia yang bisa dilatih sama halnya dengan dengan otot. Cara latihnnya yaitu dipakai untuk belajar, mikir, proses. Tidak ada salahnya dengan konsumsi yang gratisan dari internet, tapi jangan berhenti di sana. Masuk ke yang berbayar karena yang berbayar materinya lebih terstruktur dibandingkan yang ada di Internet dan yang jauh lebih berharga adalah networking dan mentoring nya.

Berapa banyak uang yang sudah Anda investasikan untuk membeli DAN MEMBACA buku ? Sudah pernah coba dicatat dan dibagikan kembali agar semakin nyantol ? Berapa banyak uang Anda sudah investasikan untuk ikut seminar, workshop atau kelas ?

Jika Anda punya goal income naik atau hutang di depan Anda lunas, maka dari uang Anda sekarang, yang paling pertama Anda investasikan dari uang Anda adalah otak dibandingkan perut atau yang lainnya. Karena otak yang di gunakkan untuk itu semua. Karena dengan otak yang sudah di upgrade, kita punya sudut pandang baru untuk melunasi hutang atau menaikkan income.

Mirror Neuron, Sikap Kita Hasil Tiruan


Pernah dengar Mirror Neuron
Disadari atau tidak, diri kita saat ini adalah hasil dari meniru sikap, sifat, atau tindakan orang lain. Karena dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut "mirror neuron" yang memiliki tugas meniru. Dengan kata lain selalu ada faktor luar yang mempengaruhi kita.

Pada saat perjalanan saya ke Surabaya untuk menghadiri acara gathering minggu lalu, saya menggunakan mobil saya yang sebelumnya paling kencang saya pacu 120 km/jam. Saya memang kurang suka ngebut sih, sampai akhirnya ada mobil lain yang mendahului saya dengan kecepatan konstan tapi kuenceng. Saya coba ikuti karena asik juga memacu mobil. Kondisi jalan menuju Surabaya saat itu sepi, dan tanpa saya sadari jarum speedometer menunjuk di angka 150 km/jam, suatu angka yang belum pernah saya capai sebelumnya.

Dari situ saya sadar akan hidup saya, apa yang saya dapatkan saat ini adalah hasil dari mengikuti dan meniru pola orang kaya dan sukses. Sama seperti saya mengikuti mobil tadi.

Kawan, dalam diri kita sebenarnya memiliki potensi besar yang tidak disadari jika kita tidak bergaul dengan orang-orang besar. Saya pun mengalaminya, kehidupan dulu dan sekarang sangat jauh berbeda. Banyak lompatan yang terjadi pada diri saya saat saya dekat dengan mentor, coach, & orang-orang yang memiliki kesuksesan. Pola tersebut yang selalu saya jaga, bahkan kemarin saya bertemu dengan pengusaha yang dalam 45 hari bisa mendapatkan income 1 Trilyun, saya mendekatinya agar bisa mengikuti dan meniru jejaknya.

Jika anda telah membaca tulisan ini, saya sarankan segera temukan ORANG LUAR BIASA HEBAT yang akan anda ikuti agar bisa menembus batas yang selama ini anda ciptakan sendiri. Bisa anda temukan melalui komunitas, workshop ataupun seminar.
Temukan orang tersebut sekarang juga & keep fight!!

Ukuran Sukses Seseorang Adalah




UKURAN SUKSES SESEORANG ADALAH

  • Pada umur 4 tahun Sukses adalah kalau kita tdk ngompol di celana
  • Pada umur 7 tahun Sukses adalah kalau kita tahu jalan pulang ke rumah
  • Pada umur 12 tahun Sukses adalah kalau kita punya banyak teman
  • Pada umur 17 tahun Sukses adalah kalau kita bisa mendapatkan KTP dan SIM 
  • Pada umur 23 tahun Sukses adalah kalau kita lulus Perguruan Tinggi
  • Pada umur 25 tahun Sukses adalah kalau kita sudah dapat pekerjaan
  • Pada umur 30 tahun Sukses adalah kalau kita berhasil membangun Keluarga 
  • Pada umur 35 tahun Sukses adalah kalau kita sudah bisa hidup mapan
  • Pada umur 50 tahun Sukses adalah kalau kita mampu menjaga kelihatan awet muda 
  • Pada umur 55 tahun Sukses adalah kalau didikan kita thd anak membuahkan hasil 
  • Pada umur 60 tahun Sukses adalah kalau kita masih mampu mengendarai atau mengemudikan kendaraan
  • Pada umur 65 tahun Sukses adalah kalau kita hidup tanpa mengidap penyakit
  • Pada umur 70 tahun Sukses adalah kalau kita merasa tidak menjadi beban
  • Pada umur 75 tahun Sukses adalah kalau kita masih punya banyak teman
  • Pada umur 80 tahun Sukses adalah kalau kita masih tahu jalan pulang ke rumah
  • Pada umur 85 tahun Sukses adalah kalau kita tidak ngompol di celana, Lhoo !, KOK BALIK LAGI YAA???(it's so natural, so..... enjoy our life cycle!!) 


Sekarang saatnya : Sukses kalau Anda bersedia membagikan tulisan ini ke sahabat-sahabat sebagai pengingat akan kehidupan !